Sangkar Burung Banjir Pesanan
Selasa 17 Oktober 2017

Salakan – Hobi memelihara burung memang banyak digemari oleh sebagian besar masyarakat, khususnya kaum pria. Perkembangan yang signifikan dari para penghobi burung inilah kemudian berkembang peluang bisnis pembuatan sangkar burung. Bagi penghobi burung, penggunaan sangkar burung sangatlah penting dan wajib. Bisnis pembuatan sangkar burung dapat menghasilkan keuntungan yang besar.

Salah satu perajin sangkar burung yang cukup banyak mendapatkan pesanan ialah usaha milik Teguh, yang beralamat di dukuh Dodogan gede, RT 04 RW 01 Desa Salakan, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Usaha yang telah dirintis selama lima tahun ini merupakan finishing pembuatan sangkar burung.

Teguh menjelaskan awal mula usahanya karena dulu bekerja di salah satu perajin sangkar burung di daerah Mojosongo Solo. “Dulu saya bekerja berpindah-pindah dari bengkel mobil, mebel, lalu di pembuatan sangkar burung,karena ingin mandiri lalu saya buka sendiri di rumah dengan membeli bahan mentah sangkar burung di tempat bos saya di Mojosongo Solo,

Teguh membeli sangkar burung yang pengerjaannya baru setengah jadi.  Teguh tinggal melakukan finishing dan pemberian aksesoris. Untuk sangkar kenari, Teguh membeli dengan harga tiga ratus lima puluh ribu rupiah. Untuk sangkar murai membeli seharga tujuh ratus ribu rupiah.

“Proses finishingnya sangkar burung dipasangi ruji, didempul, diamplas, ditambahi aksesoris, dicat, dijemur supaya cat kering, packing, lalu dikirim, untuk sekali kirim biasanya sampai lima belas unit dan memakai mobil, kata Teguh”.

Dalam sehari jumlah produksi nya tidak pasti karena tergantung banyak sedikitnya pesanan. Semua sangkar burung buatan Teguh terbuat dari kayu jati, dan dijual ke pedagang di pasar burung atau pasar hewan di wilayah Madiun, Ponorogo, Kediri, Batam, Jogja dan Solo. Teguh juga membuat kandang dan lovebird. Teguh juga aktif menjual sangkar burungnya di lomba burung berkicau tingkat nasional seperti Piala Raja yang diselenggarakan di Pakualaman dan Prambanan Jogja. Dari event lomba burung tersebut banyak peserta maupun pengunjung yang membeli dan memesan sangkar burung buatannya.

Dalam menjalankan usahanya ini, banyak kendala yang dihadapi Teguh antara lain minimnya modal, namun Teguh tidak mampu memenuhinya karena terbatasnya modal. Selain itu jika sering hujan, Teguhjuga tidak dapat menjemur sangkar burungnya.

Teguh pun sempat mengeluhkan beberapa waktu yang lalu tetangga nya yang berprofesi sebagai perajin mendapatkan bantuan peralatan, namun dirinya tidak mendapatkan, padahal sudah membuat proposal bantuan. Teguh pun berharap agar mendapatkan bantuan peralatan usaha, karena beberapa peralatannya meminjam dari saudaranya.

Berita Terkini
SAMPAH MENJADI BERKAH
Minggu 14 Juli 2019
Pembagian Raskin Desa Salakan
Kamis 15 Maret 2018