Rebana Untuk Agama Lebih Baik

SALAKAN - Rebana merupakan musik tradisional Indonesia yang kini peminatnya semakin menipis. Musik yang permainannya serat dengan nuansa keagamaan ini dapat di dapati di daerah dimana nuansa tradisionalnya masih kental. Salah satu desa yang masih melestarikan musik rebana adalah desa Salakan. Kepala Seksi Kemasyarakatan dan Pelayanan Desa Salakan, Wardoyo mengungkapkan kegiatan latihan rebana di desa Salakan di lakukan rutin satu minggu sekali. Masyarakat yang terdiri dari ibu-ibu muslimat memiliki antusiasme tinggi terhadap musik rebana sehingga pemain musik rebana di desa Salakan di dominasi oleh ibu-ibu. “musik rebana sering di pentaskan terutama dalam acara selapanan, pengajian rutin, aqiqohan, pernikahan, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya,” terang Wardoyo.

Wardoyo melanjutkan, kelompok rebana desa Salakan juga sering di undang ke beberapa acara di luar desa, seperti di desa Mojosongo dan desa Sawit. Kelompok musik rebana Salakan bukan merupakan kelompok musik komersial, sehingga kelompok musik rebana Salakan tidak mematok harga bagi siapa pun yang ingin menggunakan jasanya.  Jenis musik rebana yang di mainkan ada beberapa jenis diantaranya musik kutilaku jamuro yaitu musik rebana yang alunannya lambat dan musik rebana laras madio yang alunannya cepat. “Biaya kalau mau memakai jasa kelompok rebana hanya perlu memberi biaya transpot. Kalau masalah bayaran lainnya ya sepantasnya saja. Tidak ada patokan bayaran,ujarnya”.

Berita Terkini
SAMPAH MENJADI BERKAH
Minggu 14 Juli 2019
Pembagian Raskin Desa Salakan
Kamis 15 Maret 2018